Potensi Hutan Ditangan KTH Manunggal Lestari Desa Karangpatihan
Salah satu program Kementerian Kehutanan yang saat ini digenjot kegiatannya adalah mensukseskan terbentuk dan berkembangnya Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). KPH merupakan pengelolaan hutan yang dilaksanakan sampai pada tingkat unit pengelola yaitu kesatuan pengelolaan hutan terkecil sasuai fungsi pokok dan peruntukannya yang dapat dikelola secara efisien dan lestari. Hal ini diyakini bahwa pengelolaan hutan sampai tingkat tapak merupakan sistem yang dapat lebih menjamin terwujudnya kelestarian fungsi dan manfaat hutan baik dari aspek ekonomi, ekologi maupun sosial.
Berbicara tentang pengelolaan hutan secara lestari tentu saja tidak semata mata membicarakan bagaimana secara lestari produksinya saja. Akan tetapi berbicara ekosistem secara utuh termasuk salah satu unsur penting di dalamnya adalah masyarakat yang ada atau tinggal di dalam / di sekitar kawasan hutan KPH tersebut.
Untuk mengelola dan memanfaatkan potensi hutan di Desa Karangpatihan yaitu dengan membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) yang bernama Manunggal Lestari. Saat ini KTH Manunggal Lestari sedang mengembangkan peternakan lebah penghasil madu dan peternakan cacing. Peternak memerlukan suatu wadah yang dapat memberikan informasi sekaligus pembinaan dalam hal pemasaran maupun budidaya lebah, sehingga menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola berusaha yang baik, dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan posisi tawar peternak terhadap pedagang pengumpul desa dan industri.
Sumber : FB/Eko Mulyadi Exana
Peluncuran Aplikasi "Warog" (Warta Ponorogo)
Peluncuran aplikasi ‘Warog’ yang dikembangkan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Ponorogo mendapat tanggapan positif warga. Aplikasi ini diharapkan bisa mewadahi aspirasi, menjadi inspirasi dan memenuhi kebutuhan informasi serta layanan masyarakat.
Warog yang merupakan singkatan dari Warta Ponorogo resmi diluncurkan pada Jumat (26/7/2019) malam dengan ditandai pemukulan gong oleh Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Ponorogo, Najib Susilo. Peluncuran dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk menjaring berbagai masukan dari warga Ponorogo terkait aplikasi ini.
Warog merupakan komitmen Pemkab Ponorogo dalam menciptakan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang tertuang dalam Perpres 95 Tahun 2018, yaitu penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. Sebagai tahap awal, aplikasi ini terdiri dari beberapa fitur seperti, berita-berita yang dihimpun dari beberapa media massa online di Ponorogo, forum untuk ruang diskusi masyarakat, informasi terbaru harga komoditi pasar, serta informasi yang berkaitan dengan pelayanan publik lainnya.
Keterlibatan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan Ponorogo sangat dibutuhkan untuk mengembangkan Warog dari sisi konten. Dengan informasi-informasi tersebut, dapat digunakan oleh Pemkab Ponorogo untuk memetakan potensi yang ada di Ponororogo, baik itu potensi alam, potensi kuliner, maupun potensi industrinya. Selain itu Warog juga diharapkan dapat mempresentasikan suatu sistem pemerintahan yang mengusung konsep smart city dan smart service.
Pagelaran Gebyar Reyog Desa Karangpatihan
Setiap desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Ponorogo menggeral pagelaran reyog secara serentak. Melalui instruksi dari Bupati Ponorogo, kegiatan ini diharapkan dapat menarik wisatawan berkunjung ke Ponorogo.
Salah satunya di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong yang menggelar pagelaran reyog obyok dan kesenian tayub. Selain untuk menarik wisatawan, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian masyarakat Ponorogo untuk melestarikan salah satu seni budaya Ponorogo.
Menurut Pemkab Ponorogo, agenda Gebyar Reyog Desa yang baru dimulai pada bulan Juli ini nantinya akan rutin digelar setiap bulan hingga akhir tahun 2019. Bupati Ponorogo bersama Dinas Pariwisata sedang mewacanakan mengenai kemungkinana untuk menyusun jadwal bergilir untuk kawasan desa tertentu. Dengan gagasan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada wisatawan yang berkunjung ke Ponorogo agar dapat menyaksikan pagelaran Gebyar Reyog Desa di waktu yang lebih panjang dalam satu hari tersebut.
Pelantikan Kepada Desa Karangpatihan Periode 2019-2025
Pelaksanaan Pemilihan Kepada Desa atau Pilkades serentak 198 desa di Ponorogo pada 20 Mei 2019 dinilai cukup sukses. Meskipun pesta demokrasi di tingkat paling bawah ini berlangsung cukup lancar, tetap harus ada evaluasi atas Pilkades Serentak di Ponorogo.
Kepala Desa Karangpatihan terpilih yang dilantik pada 19 Juni 2019, yaitu Eko Mulyadi mengutarakan rasa terima kasih atas semua dukungan dan kepercayaan masyarakat Desa Karangpatihan. Ini merupakan periode ke-dua ia menjabat sebagai Kepala Desa. Harapan masyarakat Desa Karangpatihan kepada kepada Eko sebagai pemimpin, untuk membawa pembangunan desa yang lebih baik lagi dan masyarakat yang lebih sejahtera. Eko pun berharap keterlibatan masyarakat secara proaktif dan sinergis, mulai dari perencanaan sampai eksekusi kebijakan pembangunan Desa Karangpatihan.
KEGIATAN MALAM BINA IMAN DAN TAQWA (MABIT)
Secara umum MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) adalah salah satu di antara sarana pendidikan islam atau tarbiyah islamiyah dalam rangka membina jiwa seorang muslim agar menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual (fikriyah), sehat secara jasmani (jasadiyah), tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual yang kuat kepada Allah SWT.
Sambutan panitia MABIT
MABIT yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo (HMPSPAI UNMUH) ini pertama kalinya diadakan di Desa Karangpatihan.
Acara ini berlangsung pada tanggal 26-27 Mei 2019 di Masjid Abdullah Al-Hadul. Beberapa kegiatan pun diadakan untuk meramaikan acata tersebut.




























